Lembur 18 Hari Ramadhan, Pemuda Bungkul Selesaikan Gapura Swadaya

Foto: Istimewa

Pemuda 2 pedukuhan di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, bersama anggota DPRD Kabupaten Blora Siswanto, berfoto bersama di bawah gapura yang dibangun secara swadaya.

Rabu, 05 Juli 2017 19:04 WIB

BLORA (wartablora.com)—Inspirasi pembangunan peresmian Jembatan Yakusa yang dibangun swadaya oleh warga Desa Gedebeg dan Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Blora, menular ke warga lainnya. Terbukti, warga Dukuh Bungkul dan Dukuh Geneng, keduanya masuk Desa Rowobungkul, secara swadaya membangun gapura.

Karang Taruna Bakti Pemuda Dukuh Bungkul dan Karang Taruna Tunas Jaya Dukuh Geneng secara swadaya iuran berhasil terkumpul 30 juta rupiah untuk bangun gapura masuk Dukuh Bungkul dan 24 sambungan lampu penerangan Dukuh Geneng.

Peresmian dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Blora Siswanto yang juga mempelopori gerakan gotong royong sejak awal bulan puasa.

"Terima kasih kepada Pak Siswanto, Pak Kades Sugianto, Pak Kamituwo Fathoni, dan semua warga Dukuh Bungkul dan Geneng," ungkap Suraji, Ketua Karang Taruna setempat.

Suraji merinci, gapura dan lampu dibangun selama 18 hari di bulan ramadhan secara sukarela. Siang, sore, sampai malam hari mereka gotong royong.

"Selain iuran dana, pemuda dan warga juga bantu tenaga selama 18 hari," terangnya.

"Kami minta Pak Siswanto yang meresmikan karena selaku pelopor, donatur dan inspirator gerakan gotong royong wilayah kami," ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Blora Siswanto didampingi Bayan Geneng Fathoni diiringi barongan dan ratusan warga berjalan menuju lokasi peresmian Gapura Bungkul, Rabu (5/7/2017).

Pantauan wartawan media ini, peresmian juga diramaikan dengan barongan, makan-makan ratusan peserta dan ditandai pemukulan gong oleh Anggota DPRD Siswanto dan pengguntingan pita oleh Kades Sugianto.

Ditemui dilokasi kegiatan, Rabu (5/7/2017), Siswanto senang karena gerakan gotong-royong yang dia galakkan sejak dicanangkan 27 Agustus 2014 telah berjalan baik.

"Pemerintah tidak akan mampu membangun semua keperluan masyarakat. Jika masyarakat gotong royong baik iuran dana, tenaga, pikiran, akan terjadi sinergi positif," terang salah satu Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten termuda di Indonesia tersebut.

Siswanto berharap gerakan gotong royong membangun Blora akan meluas ke kecamatan di Kabupaten Blora. Tampaknya kita membangun gapura, jembatan, jalan. Sesungguhnya gotong-royong adalah ajaran Islam untuk membangun jiwa/spiritual, silaturahmi, karakter dan kesalehan sosial. (*)