Tingkatkan kapasitas pemuda Desa Temulus, FPPD gelar grup diskusi

Foto: wartablora.com

Focus group discussion untuk meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam hal dana desa diselenggarakan Sekretariat Lidah Tani di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Sabtu (9/11/2019). 

Sabtu, 09 November 2019 18:51 WIB

BLORA (wartaDesa)—Forum Perjuangan Pemuda Desa (FPPD) menggelar grup diskusi yang memfokuskan pada peningkatan kapasitas pengetahuan hukum penggunaan dana desa, Sabtu (9/11/2019). Forum yang dibentuk Lidah Tani ini mendatangkan pembicara-pembicara dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memiliki kapasitas dalam pendampingan desa. Untuk kali pertama forum menggelar grup diskusinya bagi pemuda-pemuda di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung.

"Ini pertama kali kami menggelar focus group discussion untuk meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam hal dana desa. Mulai dari meningkatkan pengetahuan pemuda tentang landasan hukum dan mekanisme pengunaan dana desa, juga bagaimana meningkatkan fungsi kontrol secara kolektif terhadap pemerintah desa dalam pengunaan dana desa," jelas Eko Priyanto, Ketua FPPD dalam rilisnya yang dikirim Sabtu.

Tak kurang 30-an pemuda ikut dalam grup diskusi yang digelar di Sekretariat Lidah Tani di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung. Selain pemuda Desa Temulus, peserta diskusi datang dari pimpinan Lidah Tani, organisasi massa petani yang berpusat di Kecamatan Randublatung tersebut. Sementara dua pembicara yang didatangkan adalah Ajir yang merupakan mantan ketum PC PMII Blora, dan Rohim Habibi yang merupakan mantan Pengurus PMII Cab Sukoharjo.

"Nantinya grup diskusi yang kita fokuskan untuk peningkatan kapasitas pemuda desa dalam pemberdayaan pembangunan desa yang bertanggung jawab dan partisipatif akan kita gelar di desa-desa lain, sebagai edukasi kepada pemuda desa," ujar Eko.

Selain memperkaya pengetahuan hukum untuk meningkatkan fungsi kontrol penggunaan dana desa, grup diskusi juga memfokuskan pada bagaimana pengunaan dana desa yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami juga berdiskusi tentang bagaimana seharusnya Pemerintah Desa dalam menyusun RPJMDES harus melibatkan pemuda. Lalu kami juga berdiskui tentang pembangunan fasilitas olahraga untuk kegiatan pemuda, serta pembangunan ekonomi produksi untuk pemuda dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi urban ke kota," terang Eko yang menambahkan, grup diskusi tersebut diselenggarakan Departemen Advokasi & Jaringan di Lidah Tani.

Lukito, Ketua Lidah Tani menambahkan, sebelumnya para pemuda Desa Temulus telah melakukan audiensi 2 kali dengan Pemerintahan Desa Temulus.

"Untuk para pemuda Desa Temulus sendiri sudah pernah melakukan audiensi dengan pemerintahan desa. Para pemuda menuntut fasilitas olahraga, seperti lapangan voli, lapangan futsal, dan lapangan sepakbola. Para pemuda juga mempertanyakan tanah kas desa sebagai alat produksi untuk kegian ekonomi pemuda," katanya. ***