PPP menggelar sosialisasi rumah swadaya di 4 desa di Kedungtuban

Foto: wartablora.com

Achlif Nugroho Widi Utomo, anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Blora tengah berbicara dalam sosialisasi program bantuan stimulan perumahan swadaya, atau dikenal dengan rumah swadaya.

Selasa, 05 April 2022 15:41 WIB

BLORA (wartaDESA)—Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Blora menggelar sosialisasi rumah swadaya di 4 desa di Kecamatan Kedungtuban, Selasa, 5 April 2022. Sosialisasi yang dilakukan oleh anggotanya, Achlif Nugroho Widi Utomo ini menyasar Desa Kemantren, Sidorejo, Ketuwan, dan Jimbung. Sosialisasi dilakukan dalam sehari, dari pagi hingga sore di 4 desa tersebut. Dalam sosialisasi ini Achlif didampingi fasilitator di masing-masing desa.

"Jadi rumah swadaya ini adalah merupakan program BSPS dari Kementerian PUPR," kata Achlif.

Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) ini, kata dia, pada dasarnya merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS ini mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni.

"Nominal yang diterimakan," kata Achlif, "sebesar Rp20 juta, dengan pembagian Rp17,5 juta untuk belanja material, dan sisanya untuk upah tenaga."

Ada beberapa kriteria bagi warga yang hendak mengambil bantuan rumah swadaya ini. Beberapa kriteria penerima BSPS antara lain, Warga Negara Indonesia (WNI) sudah berkeluarga, memiliki tanah yang ditandai dengan bukti kepemilikan tanah yang sah, tinggal di rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni atau belum memiliki rumah.

Selanjutnya, belum pernah mendapatkan BSPS atau bantuan sejenis dalam 10 tahun terakhir, memiliki penghasilan maksimum sesuai UMP/UMK. Serta bersedia melaksanakan dengan berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng untuk menyelesaikan pembangunan rumah.

Dalam menjalankan program ini, masing-masing desa akan didampingi 2 orang yang menjadi tenaga fasilitator yang akan memfasilitasi, salah satunya komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

"Dalam menjalankan program ini, ada 2 orang tenaga fasilitator. Mereka terbagi sebagai tenaga fasilitator teknik, dan tenaga fasilitator pemberdayaan," imbuhnya. (*)