Ngobrol bareng Bupati Blora dan Rektor

IAIN Pekalongan siapkan 2 tim dampingi Sidomulyo

Foto: Tim Liputan Prokompim Blora

Bupati Blora Arief Rohman menggelar ngobrol bareng dengan civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan secara virtual.

Kamis, 22 Juli 2021 19:00 WIB

BLORA (wartaDesa)—Zaenal Mustakim, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menyatakan akan menyiapkan 2 tim untuk melakukan pendampingan buat masyarakat Desa Sidomulyo di Kecamatan Banjarejo, Blora. Dua tim tersebut terdiri dosen dan mahasiswa, dan rencana akan diterjunkan pada Agustus hingga September mendatang ke desa yang akan didampingi.

"Kita mencoba akan mengimplementasikan MoU yang kedua, yaitu untuk penelitian dan pengabdian masyarakat, Kita akan membuat dua tim yang akan di Sidomulyo, kalau bisa Agustus atau September ini diterjunkan, itu tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa," katanya saat ngbrol bareng dengan Bupati Blora Arief Rohman melalui sambungan virtual internet, Kamis, 22 Juli 2021.

Rencananya, untuk mahasiswa akan ada KKN tematik di desa tersebut dan untuk dosen akan melakukan pengabdian masyarakat. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Yang ini tidak akan cukup dalam satu tahun, ini kita rencananya akan dua tiga tahun berturut-turut disana,” jelasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Imam K. Nafy dari IAIN Pekalongan, memaparkan bahwa konsep pemberdayaan masyarakat  adalahdengan membersamai masyarakat.

“Kita akan membersamai masyaarakat untuk bisa mengetahui potensi yang ada, mendampingi masyarakat untuk melakukan perencanaan yang baik, dan kemudian pengembangan kedepannya,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya kegiatan pada umumnya saja. Rencananya IAIN akan menjadikan Desa Sidomulyo sekaligus menjadi laboratorium sosial keagamaan.

Imam menjelaskan, setelah ini tim nya akan melakukan survey pendahuluan ke lapangan melakukan pemetaan sosial, potensi-potensi desa. Baru kemudian melakukan treatment.

“Akhir Agustus atau maksimal awal September inshaallah bisa dimulai untuk eksekusi, sementara ini Desa Sidomulyo akan menjadi pilot projectnya. Kedepannya kalau pandemi ini mereda, kita bisa kirim mahasiswa secara kontinyu ke desa tertinggal yang kita pilih,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial terdapat 1946 Kepala Keluarga di Desa Sidomulyo. Dari data tersebut, sebanyak 1141 menerima BPNT dari Kemensos dan 564 KK menerima PKH. ***