Dikriminalisasi, Mantan Kaur Desa Pilang akan didampingi Tim Advokasi

Foto: wartablora.com

 Sri Winarni, saksi kunci dari perkara yang menimpa Kepala Desa Pilang di Kecamatan Randublatung mendatangi kantor pengacara Darda Syahrizal dan Partner untuk meminta pendampingan hukum.

Kamis, 04 Juni 2020 22:00 WIB

BLORA (wartaDesa)—Sri Winarti (42), mantan kepala urusan (Kaur) keuangan di Pemerintahan Desa Pilang, Kecamatan Randublatung siap menghadapi upaya kriminalisasi yang dilakukan Suyatno, Kepala Desa Pilang yang memperkarakan jual beli tanahnya pada 2015. Sri merupakan saksi kunci atas atas perkara yang menimpa Suyatno. Ada 2 perkara yang menimpa kepala Desa Pilang ini: dugaan korupsi dalam menjalankan roda pemerintahan desa tersebut, dan dugaan tidak transparannya pemerintahan Suyatno dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja desa dari tahun 2015 hingga 2018. Dugaan korupsi dilaporkan ke kepolisian, sementara perkara lainnya dilaporkan ke Komisi Informasi Publik Provinsi Jawa Tengah.

"Jelas ini adalah upaya kriminalisasi terhadap saksi kunci atas perkara-perkara yang menimpa kepala desa tersebut," ujar Darda Syahrizal, kuasa hukum dari Sri Winarni dalam rilisnya, Kamis (4/6/2020).

Suyatno memperkarakan akta jual beli tanah dari Agus Muryanto ke Sri pada tahun 2015. Suyatno menduga ada pemalsuan tandatangan saksi dalam jual beli tersebut.

"Suyatno melaporkan dugaan yang diklaimnya berperkara tersebut ke Polres Blora pada tanggal 26 Mei lalu," kata Darda.

Darda sendiri telah membentuk tim kuasa hukum untuk mendampingi Sri yang diperkarakan Suyatno. "Kami  juga  menyiapkan tim advokasi untuk melakukan pendampingan terhadap  saksi jika ada upaya-upaya krimimalisasi  terhadap klien kami," lanjut Darda.

Tak cukup itu, Darda menyebut juga akan memobilisasi massa jika ada upaya kepolisian untuk mendiskriminasi pemeriksaan terhadap Sri.

"Bahkan kami akan mengerahkan kawan-kawan jaringan kami, baik di Semarang maupun di Jakarta untuk mengawaal proses hukum yang akan dijalani klien kami," tandasnya.

Sebelumnya, Suyatno dilaporkan oleh sekelompok warga yang mendapat pendampingan dari berbagai aktivis dalam perkara dugaan korupsi APBDes Pilang 2016-2017. Laporan tersebut hingga kini belum ada tanda-tanda diseriusi oleh pihak berwenang, hingga terlapor menyerang balik dengan memperkarakan saksi kunci atas laporan perkara dugaan korupsinya Suyatno. ***