Menengok layanan Posyandu ILP di Desa Semampir, Kecamatan Jepon

Lansia banyak yang belum sadar kesehatan

Foto: Gatot Aribowo

Sarman tengah diperiksa tekanan darahnya oleh perangkat desa yang terlibat dalam pos pelayanan terpadu ILP di Balai Desa Semampir.

Jumat, 10 Mei 2024 20:48 WIB

SARMAN tiba di Balai Desa Semampir setelah satu jam layanan pos pelayanan terpadu (posyandu) ILP (integritas layanan primer) dibuka di situ. Di balai desa ini jadi pos kedua layanan kesehatan untuk balita dan lansia. Pria 67 tahun tersebut secara rutin mengontrolkan kesehatannya di posyandu yang pendaftarannya dibuka mulai pagi hingga pukul 10.30 pagi. Sementara layanannya bisa sampai tengah hari.

Setibanya di balai desa, Sarman menyerahkan kartu kontrolnya ke petugas. Sumiatun, perangkat desa yang terlibat dalam layanan kesehatan tersebut bergegas mengambil alat ukur lingkar perut setelah menerima kartu kontrol dari lansia ini.

"Rutin kita cek lingkar perutnya. Buncit atau ideal," katanya kepada wartawan wartablora.com yang mendatangi layanan tersebut pada Jumat, 10 Mei 2024.

Lingkar perut Sarman tak buncit, alias ideal. Yakni 81 cm. Setelah diukur lingkar perutnya, Sarman akan dicek lemak tubuhnya. Dengan bantuan alat bernama BMI yang penggunaannya dengan menempelkan kaki di atasnya, kandungan lemak tubuh Sarman bisa diketahui sehat tidaknya.

"Ini alat kita punya sendiri, dapat bantuan dari pusat," kata Sumiatun.

Setelah itu cek tensi. Pengecekan ini perlu dilakukan agar kondisi lansia tersebut rentan penyakit atau tidak. Pasalnya, banyak penyakit mematikan yang dipicu dari tekanan darah yang tidak normal. Mulai dari penyakit jantung hingga penyakit stroke. Penyakit-penyakit ini mematikan bagi penderitanya.

Sarman adalah satu dari 80-an warga lansia yang rajin memeriksakan kesehatannya di pos pelayanan terpadu yang setiap bulannya di gelar di 2 tempat di desa tersebut. Selain di balai desa, pos pelayanan terpadu untuk balita dan lansia ini digelar di rumah salah satu perangkat desa. Harinya tentu berbeda.

"Dari buku pendaftaran kami, jumlah lansia yang memanfaatkan layanan ini sekitar 80-an orang," sebut Sumiatun.

Jumlah ini belum ada separonya dari jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di desa tersebut yang jumlahnya lebih 350 orang. Dari data terakhir di bulan Desember 2023, jumlah usia 60 tahun ke atas tercatat 369 orang dengan total jumlah penduduk Desa Semampir di Kecamatan Jepon sendiri mencapai 1.953 jiwa. Dari total jumlah penduduk ini, tercatat 2 orang penduduk menderita penyakit jantung, 5 orang menderita penyakit stroke, dan terbanyak menderita diabetes sejumlah 12 orang.

Sementara untuk usia balita tercatat 114 anak. Dari catatan kependudukan yang diterima wartawan ini, terdapat 6 balita dengan gizi buruk dan 24 balita dengan gizi kurang.