Hampir 3 tahun tak digubris jaksa, Pilang dilaporkan lagi

Foto: Gatot Aribowo

Audiensi dan pelaporan Forum Komunikasi Masyarakat Blora yang diterima Kasi Pidsus dan Kasi Intel Kejari Blora, Senin (28/10/2019), atas dugaan penyelewengan dana desa di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung.

Senin, 28 Oktober 2019 19:03 WIB

BLORA (wartaDesa)—Dugaan kasus penyelewengan dana di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung dilaporkan lagi, setelah hampir 3 tahun tidak ada kabar dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Jika sebelumnya laporan disampaikan Forum Komunikasi Masyarakat Blora Selatan (FKMBS), kali ini gabungan beberapa LSM yang membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Blora (FKMB) melaporkan kasus yang sama ke Kejari Blora, Senin (28/10/2019).

"Kami melaporkan dugaan korupsi dana desa ini sudah sejak 2017 lalu, tepatnya tanggal 27 Februari 2017. Terus kami kawal, dan setiap kami tanyakan masih dalam proses. Sampai personil mereka (Kejari Blora) berganti, tidak ada kabar sampai di mana proses penyelidikan mereka," kata Sugiarto, Ketua FKMBS usai mengadakan audiensi dan pelaporan di Kejari Blora.

"Sekarang kami laporkan lagi, dengan meminta bantuan ke teman-teman LSM di Blora untuk membantu kami mengawal perkara ini."

Selain FKMBS, gabungan LSM di FKMB ini antara lain Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP), Lidah Tani, Lindu Aji, juga Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK).

"Dugaan penyelewengan ini antara lain adanya program fiktif, dan penggelapan sewa ruko. Pada temuan kami, terjadi pada 2015 dan 2016," kata Sugiarto.

Dalam audiensi dan pelaporan yang diterima Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen Kejari Blora, Sugiarto membawakan beberapa bukti awal sebagai petunjuk jaksa untuk menyelidiki perkara tersebut.

"Dugaan kami nilai penyelewengannya ratusan juta," sebut Sugiarto.

Sementara itu Kasi intelijen Kejari Blora, M. Adung menyatakan jika pihaknya masih perlu menelaah laporan tersebut.

"Karena waktu pertama dilaporkan, kami belum ada di sini. Jadi kami perlu mempelajarinya kembali," ujarnya.

Adung berjanji akan menindak-lanjuti pelaporan tersebut. ***