Program Desa Berdikari di Nglarohgunung, Jepon

LKN akan adakan ToT

Foto: wartablora.com

Kusnowi, Humas Lumbung Kreasi Nusantara (LKN).

Rabu, 02 Maret 2022 12:03 WIB

BLORA (wartaDESA)—Lumbung Kreasi Nusantara (LKN) yang merupakan lembaga jejaring kerja antar lembaga dengan fokus kerja pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif berbasis di Kabupaten Blora, Jawa Tengah akan menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) untuk fasilitator yang akan menjalankan Program Desa Berdikari di Desa Nglarohgunung, Kecamatan Jepon. Training, atau pelatihan ini akan digelar selama 3 hari, 5—7 Maret 2022 di SMK Al Ghozali, Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken.

Humas LKN Kusnowi mengatakan, peserta pelatihan ini adalah pengurus badan usaha milik desa setempat.

"Jadi Program ToT ini merupakan salah satu rangkaian program Desa Berdikari yang inisiasi secara kolaboratif diselenggarakan oleh Bumdes Desa Nglarohgunung, Pemerintah Desa Nglarohgunung, dan Lumbung Kreasi Nusantara sebagai fasilitator program Desa Berdikari. Pesertanya dari pengurus Bumdes Eka Putra Sejahtera, juga pemuda Desa Nglarohgunung," katanya dalam rilis yang dikirim Rabu, 2 Maret 2022.

Dikatakannya, pelatihan selama 3 hari ini akan mengetengahkan 3 tahapan.

"Rangkaian Program ToT fasilitator dan Optimalisasi Bumdes Nglarohgunung diselenggarakan dalam 3 tahapan selama 3 hari yang dimulai dengan ToT fasilitator, optimalisasi unit kerja Bumdes Nglarohgunung, dan ditutup dengan presentasi ide maupun gagasan yang dihadiri para pemangku kebijakan dan kepentingan di desa tersebut," paparnya.

Pelatihan ini disebutkan Kusnowi sebagai rangkaian dari Program Desa Berdikari, yakni program pendampingan yang dilakukan dengan berjejaringan, melibatkan lembaga-lembaga, antara lain: Yayasan Al-Istiqomah, Masyarakat ResiduNol Nusantara, Dvipantara Lestari, Rumah Selaras, dan Pondok Langgeng. Jejaring ini bekerja secara kolaboratif dalam wadah Lumbung Kreasi Nusantara (LKN).

"Jadi program ini diwujudkan ke dalam serangkaian aktivitas kreatif berbasis penelitian, pendampingan, aksi dan juga monitoring serta evaluasi yang dikerjakan secara partisipatif, melibatkan warga desa yang didampingi sebagai subyek utamanya guna mengembangkan desa mereka sendiri," imbuhnya. ***